Beranda » Puisi Sedih dan Galau » Gita Sedih Hujan Kemarau – oleh Andika Mentaruk

Gita Sedih Hujan Kemarau – oleh Andika Mentaruk

Advertisement

Kesetiaanku memaksa gita,
Tak ku sangka menyamarkan taram-temaran kata,
Nyanyianmu ku anggap pesan makna
Satu dua kata isyarat pesona

Kini bersama hujan perasaan mengalir,
Meresapi tanah bersama pasir kemarau
Namun menyimpan bekas retak sihir,
Sembari menyesal menangis terjungkir,

Ah, sungguh hebat hujan itu,
Ia mendahului aku dan terik panas waktu,

Terbayang hujan datang terlambat
Lalu ,
Apakah sekarang?
Wahai engkau laksana malaikat,
Hatimu masih memikat,

Pikiranku bagai ditikam beribu duri
Menancap tak bisa ku lepas
Apakah aku bersalah diri ?
Apakah aku menjauhi batas?

Entah disela-sela romantika
Kau perhatika
Pandangan ku mencuri seketika
Merupakan bahasa perhatian

Barangkali , kalimat dan kata ini memalukan
Jika ditelaah tidak sesuai kenyataan,
Anggap saja sebagai hiasan perasaan
Dan tebakan hati penasaran

Namun , bila pikiranmu senada ,
Lihat aku , rindu kamu
Risau ku melihatmu berdua
Gelisah ku sembunyi dalam tipu

Kamu adalah kamu
Aku adalah aku
Kata hanyalah kata
Sekedar dibumbuhi perasaan

Hujan semakin keras
Hatiku semakin panas
Menebak cantik paras
Semoga perasaanku laras

Percuma anggrek di tengah hujan
Diterpa deras
akhirnya tenggelam
Terik tak bisa selamatkan
Ia harus relakan
malam

Rapuh , semakin bertambah hatiku

Gita Sedih Hujan Kemarau – oleh Andika Mentaruk
Manado

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *