Beranda » puisi untuk ayah » Seandainya – oleh Puput Putri Dewi Lestari

Seandainya – oleh Puput Putri Dewi Lestari

Advertisement

Sore itu,
Sore yang terang itu.
Sejenak menjadi kelabu.
Kala ku dengar berita kehilangan.

Kehilangan ayah tercinta.
Inikah rasanya kehilangan?
Baru pertama aku rasakan.
Ternyata begitu memilukan.

Ayah,tiga hari kemarin itu kita masih berbicara.
Kau masih ucapkan kalimat nasihat untukku.
Aku masih sempat mencium tangan lemah mu ayah.
Aku masih sempat memeluk tubuh renta mu ayah.

Tak ku sangka bak petir menyambar di siang hari.
Ku dengar kau tlah tiada untuk selamanya.
Aku tak dapat berkata kala itu.
Aku sejenak terdiam seakan tak percaya tapi itu memang nyata.

Tuhan lebih sayang padamu ayah.
Doaku semoga sakit yang selama ini kau derita.
Dapat menghapus dosa dosa mu.
Dan meringankan siksa kubur mu.

Seandainya ayah,aku ada di sisi mu.
Di saat saat terakhir kau menghembuskan nafas mu.
Senadainya aku masih bisa melihat kau tersenyum untuk terakhir kalinya.

Seandainya aku bisa ucapkan maaf untuk terakhir kalinya.
Seandainya aku sempat memelukmu terakhir kalinya.
Seandainya aku bisa menuntunmu ucapkan kalimah syahadat.
Seandainya…

Ah..aku ikhlas ayah.
Semoga tuhan mengampuni dosa dosa mu.
Meringankan siksa kubur mu.
Melapangkan kubur mu.

Doaku semoga menjadi penerang kubur mu.
Semoga kau di tempatkan di antara orang beriman.
Aku sayang padamu ayah.
Terimakasih kau tlah menjadi ayah yang baik untukku.
Amin…

Seandainya – oleh Puput Putri Dewi Lestari
Kuningan

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *