Beranda » Puisi Hati » Seandainya – oleh Nico Sandi Amor

Seandainya – oleh Nico Sandi Amor

Advertisement

Daripada menyaksikan dinding cermin tak bersahaja
Lebih baik aku membohongi sebatang kayu yang terbakar api
Asalkan aku dapat melihat pelangi
aiiih. . dusta berbenah dipangkal lidah
Berganti sunyi menggantung resah
Kaki-kaki malam mengawang diatas gairah
Rembulan pun musnah . . .

Tatkala udara sejuk menggigilkan kalimat suci
Kutarik selimut hangat yang membungkus belati
Terlelap walau tersayat diri
Tertusuk indah nya mimpi
Hingga bara yang menyala mati …

Terbangunku ! usai mengeringnya luka
Sengaja, karena aku malu memperlihatkan nya
Pada embun yang membasahi dedaunan jiwa
Atau, jika tempias mega membiru cahaya
Dan dihadapan jendela senja
Aku berkata, “seandainya”.

Seandainya – oleh Nico Sandi Amor
Pekanbaru

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *