Beranda » Puisi Harapan » Doa Mawar – oleh Riski Ariyanti

Doa Mawar – oleh Riski Ariyanti

Advertisement

Sekuntum mawar tumbuh ditaman hatiku.
Di antara ilalang dan semak – semak perdu.
Mawar putih bercahaya, menebarkan wangi aroma.
Aku tahu siapa menanamnya ?.

Mawar di taman hatiku adalah ketulusan tanpa dusta.
Mawar di taman hatiku adalah cinta sebenar – benar cinta.
Mawar di taman hatiku adalah harapan dan doa.
Mawar di taman hatiku adalah bening kasih ayahanda.

Malam ini aku menyaksikan lilin – lilin bercahaya.
Di dalam bola mata orang – orang yang menahan air mata.
Lihatlah, tak ada tangis di sini mengantarkan ayahanda pergi.
Sebab kami telah belajar menahan kesabaran, menguatkan hati.
Sebab hakikat hidup adalah datang dan pergi.
Berpindah tempat, mengembara, mengabdi pada Tuhan di bumi pertiwi.

Kadang kita berjalan lurus kedepan menapaki jalan masa depan.
Sesekali menoleh ke belakang, membaca jejak sejarah yang pernah singgah.
Kadang pula kita menoleh ke samping kiri dan kanan.
Melatih keseimbangan, meraih kebersamaan.
Sering – seringlah kita menundukkan kepala melihat kebawah.
Menghikmati orang – orang menderita, mengasah kasih sesama.
Jangan lupa mendongak ke atas, pada langit selubung semesta.
Membuka pintu rahmat Sang Maha Bijaksana.

Seperti lilin – lilin bercahaya.
Kadang kita merelakan diri terbakar untuk menerangi gulita.
Pengorbanan sejati yang bermakna.
Kadang kita harus mengalah untuk meraih kemenangan.
Kadang kita merendahkan diri serendah – rendahnya untuk melenting ke atas.
Kadang kita harus menyederhanakan persoalan rumit untuk mencari jalan keluar persoalan besar agar terhindar dari bahaya depresi mental.
Kadang kita harus tersenyum menghadapi cobaan bertubi – tubi.
Agar kita tawakkal dan berserah diri.
Betapa kita membutuhkan kelenturan menjalani kerasnya kehidupan.
Betapa kita sesungguhnya harus mampu menjadi seniman menarikan irama kehidupan.

Malam ini aku persembahan sekuntum mawar itu kepada Ayahanda.
Dan sekuntum mawar itu adalah untaian doa.
Melepas kepindahanmu ditempat baru.
Pindah sementara menunggu takdirmu di sini.
Sebab Tuhan Maha Tahu, Tuhan Maha Perkasa.
Keadilan harus tegak, kebenaran harus menjadi oksigen di udara.
Menghidupi dunia yang penuh warna.
Mewarnai dunia agar hidup.
Dan hidup harus bermakna.

Doa Mawar – oleh Riski Ariyanti
Jepara

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *