Beranda » Puisi Cinta » Benang Merah – oleh Amalina Dwi Prasanti

Benang Merah – oleh Amalina Dwi Prasanti

Advertisement

Dia orang bukan yang selalu mencari – cari rasa cinta, juga bukan orang yang sering dibuai kata – kata manja
Hidup sederhana dengan usaha – usaha kecil bermakna mengikuti arah dia jalan
Rasa takut sudah tak mempan, kelaparan jadi keluhan sering keluar
Tetapi wanita itu datang membawa senyuman hati kosong memintanya mengisi
Ketakutan akan sepi dan mati tak kunjung datang walau lewat sebentar dalam mimpi
Jiwa – jiwa yang seperti itu yang sangat berharga tak kelar – kelar dicari
Bukan hati – hati yang selucu – lucunya orang hidup tanpa harapan, tanpa impian
Entah…
Kata – kata tak habis dijumput, nada – nada tak habis bernyanyi, bibir – bibir tak henti berucap ketika dua manusia saling jatuh cinta
Tingkah laku dan pikiran mereka menjadi anak kecil, akan tetapi anak kecilnya bisa jadi orang dewasa
Mata mereka saling menyatu, memandang kebahagiaan atas rasa takut yang enggan untuk menyingkir
Jiwa – jiwa hampa senang menyentuh takdir, dengan rasa syukur akan ketetapan yang tak terduga
Rasa sayang itu dibayar dengan harta – harta penuh kegembiraan penuh arti
Dan mereka yang percaya keajaiban Tuhan itu, akan diukir dalam arca saling berdekapan dengan benang merah pengikat kalbu, dan rasa – rasa kebahagiaan sejati yang abadi

Nama : Amalina Dwi Prasanti
Alamat : Pepe, Pasutan, Trirenggo, Bantul
Kode Pos : 55714
Twitter : @AmalinaDwiP
Facebook : Amalina Dwi P

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *