Beranda » Puisi Ibu » Tersemat Indung Kalbu – oleh Dian Fitrians

Tersemat Indung Kalbu – oleh Dian Fitrians

Advertisement

Teringat, ‘tika Bunda merengkuh hangat kalbu,
membelai helaian surai legam tatkala aku sedang lara

Teringat ‘tika senja datang dan aku belum pulang ,
Bunda resah,daun-daun pun ikut gelisah sampai lubuk tak cipta jenjam nyata

” kau hendak kemana nak? diluar hujan , baiknya kau disini” tegur Bunda kala guntur melesat ber-iring iring dengan derai hujan
Lalu Bunda tiba dengan sedap susu hangat
Kau tahu Bunda, kasihmu ‘tak terukur oleh dentaman arloji, ataupun deburan ombak dari kapal yang berlabuh ,bahkan luas samudera pun iri akan kasihmu,

Tuhan, jika suatu saat tiba dimana Bunda telah renta dan goyah,
Tegur aku ‘tuk selalu mendekap hangat Ia dalam relung kalbu ku,
tegur aku ‘tuk selalu membelai helai surai kelabu,
tegur aku ‘tuk selalu tiba dengan sedap susu hangat,
Dan tegur aku tuhan ‘tika Ia telah kau renggut
‘tuk selalu melantum doa dalam sujudku.

Bunda, kau tahu? Kasihmu ‘kan slalu tersemat mengitari dan mendekap hangat menjadi indung cinta dalam kalbuku
hingga waktu enggan menunggu dan pergi berlabuh.

Tersemat Indung Kalbu – oleh Dian Fitrians
semuli jaya, 11 juni 2015
Kotabumi, Lampung Utara
(puisi ini karya Dian Fitriana)

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *