Beranda » Puisi Rindu » MATAHARI – oleh Jun Noenggara

MATAHARI – oleh Jun Noenggara

Akhirnya kereta itupun pergi
Membawa matahari
Meninggalkan aku sendiri

Peron sepi. Stasiun sepi
Tiba-tiba kota ini menjadi kota mati
Para penghuninya menggali lubang dalam sekali
Menciptakan gap menganga jurang mengubur diri

Dan jalan-jalan lengang kulalui sendiri

Rumah sepi. Tak ada penghuni
Kemana engkau pergi?
Aku mencari-cari
Memecahkan sebuah misteri

Tengah malam kesepian semakin menjadi-jadi
Hujan turun sejak tadi
Kucoba membuat sebuah puisi
Tak jadi
jadi

Ketika pagi-pagi aku pergi
Mencari matahari
Terasa cuma aku sendiri
Tak ada yang lain hadir di sini
Di hati

Begitu berhari-hari

Bila engkau kembali?
Betapa kuncup bunga mekar berseri
Betapa kicau burung riang bernyanyi
Dan betapa seharusnya engkau sadari
Bahwa kuncup bunga yang mekar berseri
Kicau burung yang riang bernyanyi
Adalah bisikan hati:
– Betapa sepi ketika engkau pergi
Aku rindu sekali
Rindu berbincang dari hati ke hati
Dari hari ke hari

MATAHARI – oleh Jun Noenggara
Bogor

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *