Beranda » Puisi Asa » Kemarau itu aku bermimpi – oleh Rayhan

Kemarau itu aku bermimpi – oleh Rayhan

Advertisement

Aku tulis ini pada semua insan
Agar penyesalan tak kunjung pada kalian
Disaat lupa kalian pada umur
Saat ini aku sedang duduk manis, memikirkan hal pahit masa lampau

Senja itu
Ku termenung
Sembari memandang lautan oranye
Menyaksikan sahabat melambaikan tangan
Separuh bundar di lahap bumi
Kami sangat akrab sebelumnya

Bukan jerempakku bersua dengannya
Bukan jerembun ia meniggalkan
Mega menyambut tabir
Kepada simetri insan
Memiliki satu kewajiban
Satu menyinari
Satu disinari
Agar tetap hidup
Di telapak semesta ini

Ia lekas pergi
Dua lambaian tangan
Kini hanya jari-jemari
Kali ini ia meninggalkan bekas
Perasaan…
Yang lebih dari mencintai
Bayang-bayang pikiran
Lekas menguasai alam sadarku
Bagaikan mimpi indah didalam mimpi

Malam ditengah kemarau…
Aku tak bisa menganyam bulu mata
Sepanjang malam bermandi keringat
Gerahnya malam itu
Kain katun ini kujadikan lap basah
Bagaimana rajinnya aku mengganti kaos
Teguhnya aku dengan pribahasa
“Diam itu emas,”
Pengasingan kata signif setelah koma
Pengabdian pada setengah pribahasa
Paham tidaknya apa yang aku toreh
Semakin tenggelam aku dalam kegamangan
Dalam hidup
Semakin membikin rasa ini
Mengapung diatas kasur dekil
Menggelepar-gelepar didalam ruangan
Laksana burung liar yang terjerat
Berputar-putar mencari jalan
Labrakan dinding disekelilingnya
Ku bertanya dalam hati
Tentang perasaan yang ingin ia lemparkan
Keluar jendela rumah ini
Bahwa aku tak sadar jendela kubuka
Mungkin kali pertama aku simpati pada unggas
Sekejap tubuhku tersentak
Benda itu melintas
Merubah maksud diri
Menjadi-jadi dari sampan ke feri
Sejauh mana imajinasi kan membawaku?
Jikalau saja aku berlayar dengannya
Aku tidak akan berada disini
Mungkin saja,
Di tengah samudera pasifik
Menarik layar, menantang amukan ombak
Bersama awak
Saling mengulurkan tangan
Khawatir, merana, putus asa, hingga tertawa diatas kapal
Bukan berandai-andai

Tekad jauh ke samudra
Tapi,
Tubuh luluh ini disini
Di temani hembusan angin kemarau

Kemarau itu aku bermimpi – oleh Rayhan
Tasikmalaya

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *