Beranda » Puisi Penyesalan » Dongeng sang Penari – oleh Rudi Guntara

Dongeng sang Penari – oleh Rudi Guntara

Advertisement

Mari ku ajak bervakansi ke ufuk timur, lantas duduklah disampingku dibukit penantian ini.
Duduklah dengan tenang dan lihatlah surya senja ini menjadi lembayung jingga.
Serupa kau lihat kembar seperti kemarin namun berbeda.
Maka duduklah dan dengarkan akhir dari dongeng sang penari….

Sukma tlah hilang tersesat dalam labirin, raga tlah tiada tenggelam berasama malam.
Tak akan ada tarian lagi, selendang mayang tlah ku tanggalkan.
Lantunkan tembang di taman gersang berharap si kembang tak layu, kesia-siaan kudapat.
Usah kusemaikan lagi di tanah gersang ini, hanya akan ada rintihan luka dalam duka berujung nestapa.
Menembus ruang dan waktu pun kurasa sama saja, alangkah lebih baik ku semaikan benih anggur di tanah yang subur lalu kan kulepaskan ulat, biar menjadi sutra.
Mulailah ku menenun selendang sutra, esok hari kan jadi ku akan menari lagi.

Dongeng sang Penari – oleh Rudi Guntara
Bandung
IG:bisikanangin

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *