Beranda » Puisi Penyesalan » Tersadarnya Seorang Sahabat – oleh Ian Andika Sopian

Tersadarnya Seorang Sahabat – oleh Ian Andika Sopian

Advertisement

Mimpinya jadi konglomerat
Membuatnya berjalan jauh pergi kebarat
Memulai rangkak lalu berdiri sampai berkeringat
Berusaha lepas buang beban yang terpanggul berat

Dia terlalu berpikir cepat
Ditinggalkanya apa itu sebab akibat.
Ingin beli logam mulia yang terbeli logam berkarat
Begitulah dia orang bodoh yang terlalu bersemangat
Mengadu nasib ditengah-tengah jakarta barat
Hanya bermodalkan sejuta nekat.

Dia Ingin jadi direktur biar jadi orang kaya sejagat
Namun apa daya sekolah menengah pun tak pernah tamat
Tak punya kemampuan walaupun berbakat
Hanya mengglandang memasang muka sangar bagai penjahat

Dia ingin pulang meninggalkan kota yang begitu padat
Namun apa daya penyesalan selalu datang terlampat
Sadarlah dia tak ada pekerjaan yang tak bersyarat
Dan terbayanglah dia akan kesibukan yang hanya berfoya-foya membejat.

Dia mulai menangis sejadinya tersendat-sendat
Terniang dikepalanya perkataan ibunya yang telah wafat
“Nak belajar yang tekun biar kelak jadi orang hebat”
Lalu terniang dikepalanya perkataan ayahnya yang sekarat
“Nak beribadah yang rajin,berdoa biar bisa jadi orang terhormat”
Hatinya pun hancur berkeping bergetar kuat

Kini dia kembali dengan secuil senyum yang penuh makna tersirat
Tentang pengalaman yang ditulisnya dalam surat
Kini dimantapkanya sebuah niat
Bersekolah walau dihujat
Kini dimantapkanya dalam taubat
Beribadah mensyukuri segala nikmat

Tersadarnya Seorang Sahabat – oleh Ian Andika Sopian
Yogyakarta

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *