Beranda » Puisi Penantian » Taman, Kursi Taman dan Masa Depan – oleh Insi Latifah Febriani

Taman, Kursi Taman dan Masa Depan – oleh Insi Latifah Febriani

Ketika lonceng yang berdenting itu dibunyikan
Di atas birunya langit
Bayang-bayang bergelembung tentang kursi taman selalu hadir diingatanku
Entahlah, aku tidak tahu
.
Ini seperti sebuah impian yang terpendam
Tak pernah terkuak oleh realita
Selalu berada dalam imajinasi
Menyedihkan sekali
.

Rerumputan basah yang segar oleh air hujan
Dan kumpulan bunga Dandelion yang berterbangan tertiup angin.
Juga kursi taman yang kesepian
Selalu menjadi latar kebahagiaan
.
Perbukitan rendah yang hijau
Tidak lupa dengan keindahan hutan yang menggelora
Dan semua hijau-hijauan yang alami itu
Sungguh mengesankan!
.
Taman yang sederhana
Kenapa aku belum pernah kesana?
Kapankah aku akan kesana?
Bersama siapakah aku akan kesana?
.
Masa depan cerah yang penuh dengan kebahagiaan
Menggenggam sebuah impian yang masih samar
Duduk bersama di kursi taman
Indah sekali
.
Siraman halus dari kelopak bunga
Yang meringankan dan tidak menyakitkan
Serta kolam yang dilempari batu
Belum pernah kukunjungi
.
Siulan suling yang menyemangati
Juga, dentingan itu lagi
Suara cercahan cahaya
Mereka mengantri!
.
Bergabung menjadi satu membentuk melody halus penuh keindahan
Keawetan alam yang hakiki
Oksigen lembut yang didapat
Tiruan surga! Yeah!
.
Taman yang sederhana
Kenapa aku belum pernah kesana?
Kapankah aku akan kesana?
Bersama siapakah aku akan kesana?

Taman, Kursi Taman dan Masa Depan – oleh Insi Latifah Febriani
Bandung

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *