Beranda » Puisi Patah Hati » Menunggu (Dusta) – oleh DS Gulana / Goel A pahit

Menunggu (Dusta) – oleh DS Gulana / Goel A pahit

Advertisement

Telah kering secangkir kopi
Telah panas pantatku menunggu kau datang
Di sebuah kedai langganan kita
Di sebelah toko buku

Mendung tak terelakkan
Lama menunggu di sela-sela kebencian dan bosan
Kau tak datang menampakkan cinta
Ada apa dengan kasih sayang?
Ada apa dengan senyumanku?

Aku harus kembali pulang
Membawa secangkir rindu yang telah ku minum bersama kopi
Ingin kumuntahkan, namun ia mendarah daging
Namun berkembang biak
Aku merindukanmu, aku membencimu, kamu mendustaiku

Aku tak tahu engkau dimana
Entah engkau telah berjalan dengan sebilah pisau, yang akan memotong dan menyayat cinta kita
Entahlah, aku terlalu bodoh bagimu
Jika nanti, kala aku telah mampu menyulam cinta lain
Kan kubuh cintamu, cintamu yang tertidur di hatiku

Menunggu (Dusta) – oleh DS Gulana / Goel A pahit
Dharmasraya

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *