Beranda » Puisi Asa » Tuhan, Tolong Aku – oleh Clarissa Diantha Azzahra

Tuhan, Tolong Aku – oleh Clarissa Diantha Azzahra

Advertisement

Tuhan,
Jauh sebelum manusia mengetahui,
Hidupku ibarat kisah cinta
Begitu lugu, begitu bergairah
Tak serumit aku tercipta ku menyapa,
Mentari diantara Dwi Agung
Rembulan diatas Air Merenung

Tuhan,
Jauh sebelum manusia memahami,
Lautan nan azur adalah kebanggaanku
Muka hijau ialah nafasku
Muka biru ialah tameng tombakku
Dan awan selembut kapas adalah selimutku

Tuhan,
Jauh sebelum manusia mengerti,
Tak malu kutunjukkan kerupawananku
Kusombongkan safir dan zamrudku
Pada benda angkasa yang tak lebih baik dariku

Dan pupus sudah kebahagiaan itu
Kebahagiaan yang kumanjakan dari pilu
Kini hanya kenangan dalam serpihan arang
Yang kuharap dapat kurasakan kembali
Tapi tidak bisa, Tuhan
Mereka bukan bangsa primitif lagi
Mereka adalah bangsa cerdas
Yang sakin cerdasnya menjadi lupa diri

Ya, Tuhan
Sekarang tubuhku tak harum semerbak lagi
Pasukan rimba dalam diriku semakin membungkuk
Gunung dan bukit merayakan tangis
Awan kelabu nan tebal menyelimuti
Kerajaan lautku tak berpenghuni lagi
Tapi Tuhan, siapa yang peduli?

Duhai, Tuhan
Kaum Adam dan Hawa
Mereka mempelajari daku sebagai sejarah yang diibakan, bukan dicintai
Hari ini daku adalah sejarah
Esok daku adalah mitos
Kemudian menjadi sesuatu yang dipertanyakan keberadaannya
Dan adakah yang bertanya?

Namun, Tuhan
Aku rusak bukan karena banyaknya perusak,
Tetapi maraknya yang tak peduli
Aku sekarat bukan karena penyakit,
Melainkan maraknya yang tidak mencintaiku lagi

Bagai menyususuri jalan setapak nan nestapa,
Aku lelah
Aku tidak ingin mati tapi daku enggan untuk hidup,
Aku pasrah
Sungguh diluar keinginanku
Sungguh berbeda dari penantian sepanjang hayatku

Tuhan, tolong aku
Berilah secercah cahaya ilahi-Mu, agar aku teguh
Tidurkan aku dalam timangan-Mu
Lindungi daku dengan sayap-sayap malaikat-Mu
Dan bangunkan aku dengan kecupan-Mu

Tuhan, tolong aku
Daku merindukan air yang beriak
Burung bersenandung,
Cicadas pada musim panas,
Dan angin yang berbisik dari barat daya
Setidaknya, biarkan seorang manusia merasakan rinduku

Tuhan,
Tolong Aku
Sampaikanlah puisi ini,
Pada manusia yang bernaungkan biduri
Sampaikanlah puisi ini,
Atas nama ‘Bumi yang Kehilangan’

Tuhan, Tolong Aku – oleh Clarissa Diantha Azzahra
Depok

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *