Beranda » Puisi Sedih dan Galau » Berkawan waktu – oleh Sky Shucaya

Berkawan waktu – oleh Sky Shucaya

Advertisement

Aku gundah sayang
Semenjak kepergianmu
Kenapa senja turun bersama kabut
Malah meneteskan air mata
Padahal aku telah mencoba tegar
Tak lagi merasa tajamnya pucuk ilalang melukai tanganku
Ketika ku melanjutkan langkah,
Membuang ujung lipatan kisahmu.

Angin yang basah merasa getir
Dan tujuan tak lagi sempurna
Hujan pun menepuk-nepuk bahuku
Memenangkan alunan nafas ini.
Padahal aku telah berusaha kuat
Bernyanyi bersama petikan gitar
Alunan melodi senang gembira.
Namun ceritamu belum juga usai.

Jadi…
Harus kemana kulempar angan
Membasuh rasa sakit atau kekecewaan
Telah kulempar goresan pijar kesegala arah
Namun sekedar sia-sia saja.

tapi waktu menyadarkan aku
Dia lah sang ahli peramu dan penawar mujarab
Ku yakin tak ada yang akan berhenti di sini.
Aku baik-baik saja.

Tak akan mendengar kesombongan purnama
Tak pula melihat pesona mentari
Dia hanya mengiming-iming saja
Sekedar memojokan kelemahan diri ini sayang,
Membuat ketersisihan hati
Aku ini si lelaki tagar bukan
Berkawan waktu yang mereka lupakan
Siapa yang bisa mencampuri waktu
Tak tahu perduli

Berkawan waktu – oleh Sky Shucaya
sumedang

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *