Beranda » Puisi Cinta sejati » Kembang Merana – oleh Sky Shucaya

Kembang Merana – oleh Sky Shucaya

Advertisement

Maaf mungkin malam besok aku
Tak akan bisa memelukmu lagi
Atau mengambilkan bulan
Di sudut ranting basah.

Tak akan mencium keningmu ketika pagi hari hingga kau terbangun dan mengucapkan “selamat pagi sayang”
Sebab aku pergi yang takan kembali
Hari telah turun di mataku
Lembab matamu tak usah kau cairkan
Akan menambah luka di batin

Nisan dingin berlumut tergolek sunyi
Bersimbah hujan yang datang seharian hanya sisa wangi kembang merana.
Namun pegangan tanganku masih akan kau rasakan.
Menengokmu ketika luka meradang
Jadikanlah aku selimut malammu yang tak akan memperkelam.
Candamu pasti akan aku dengarkan.

Biar aku titipkan salam pada hujan
Kala kau termenung di balik jendela
Memanggil nama yang masih di rindukan.
Baik-baiklah cantikku
Jangan kau pudarkan senyum itu
Karen itulah ajimat ketegaran jiwaku
Sehingga aku tak takut arti perpisahan
Walau jauh namun setidaknya bisa aku kenang

Memestinya aku bisa menjagamu lebih lama,
Membawa hingga sudut peraduan
Mememani melihat dunia yang sebenarnya
Sebuah kemilau di sebrang samudra
Tapi aku tak sempat untuk ke sana
Padahal telah ku hias perahu untuk kita berlayar.
Tak apalah waktu memang berbicara lain.

Kembang Merana – oleh Sky Shucaya
Sumedang

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *