Beranda » Puisi perjuangan » Akuilah Diriku – oleh Selma Mayla Sunni

Akuilah Diriku – oleh Selma Mayla Sunni

Advertisement

Dikala hujan mengalir deras
Dikala juga serpihan-serpihan tetsan kristal pun meluncur begitu saja
Bagaikan Sang Matahari yang telah pupus harapannya
Tetapi tak seperti diriku ini
Meskipun engkau tak menerimaku
Tetapi diriku selalu menerima dirimu dalam keadaan apapun

Semangatmu yang dahulu tak akan begitu saja aku pupuskan
Tetapi mengapa dirimu pupus akan diriku
Mengapa, mengapa, mengapa dan mengapa ?

Matahari pun bersinar tanda hari baru telah datang
Hari kegelapanpun telah usai ke dalam liangnya
Tapi mengapa di hari-hari baru ini
Aku selalu meluncurkan tetesan-tetesan ini
Apakah itu karena dirimu?

Disetiapku bertanya kepada engkau
Mengapa engkau hanya diam seperti
Helaian daun yang tak terkutip oleh
Hembusan-hembusan angin yang terpiawai
Engkau malah sebaliknya
Engkau luncurkan badai-badai matahari Yang tak seharusnya kuterima

Berkali-kali tetsan kristal-kristal kepedihan ini meluncur
Seakan matahari telah merasakan kristal yang telah kuluncurkan
Begitu saja…
Apakah engaku merasakan kristal-kristal yang kuluncurkan
Burungung-burung kepedihanpun tak berkicau lagi

Seakan sunyi di dalam kamarku
Ku dengar suara-suara yang penuh histeri
Karenaku telah merasa diriku
Akan musnah oleh genangan-genangan ini

Tetapi kemanakah dirimu disaat begini?
Lantunan-lantunan suratpun terdengar dengan merdu
Tetapi mengapa dirimu tak muncul-muncul juga?
Apakah aku tak pantas kau anggap sebagai sang pusakamu?

Apakah kau tau apa yang ku inginkan?
Hanya satu, layaknya sebatang pohon dalam kesunyian
Dan itu adalah…..
Aku ingin kau menganggapku sebagai
Sang mataharimu yang menemanimu…

Akuilah Diriku – oleh Selma Mayla Sunni
Mojokerto

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *