Beranda » Puisi Harapan » Aku dan Aku – oleh Aditya Saputro

Aku dan Aku – oleh Aditya Saputro

Advertisement

Aku berjalan tanpa kaki
Aku melihat tanpa mata
Aku mendengar tanpa telinga
Hati ku jadi penuntun ku
Jiwa ku jadi cahaya ku
Kalbu ku jadi pendengar ku

Ketika orang2 mulai berteriak marah, lantunkan ketidakpuaskan oleh keadaan. Ya.. Keadaan yang dibuat oleh manusia sangkala.
Aku..diam
Ditengah ganasnya terik mentari, mereka berjalan, mereka berpegangan tangan. Rapatkan barisan, untuk robohkan benteng keserakahan.
Sekali lagi aku.. Diam
Bukannya aku tidak peduli
Bukannya aku tidak berdaya
Aku hanya ingin kepastian, tanpa harus mengorbankan banyak orang.

Aku hanya aku.
Hanya sebongkah kayu yang di mainkan arus sungai.
Hingga saatnya sampai ke hulu akhir perjalanan.
Sampai membusuk dan didiami belatung.
Dan akhirnya sampai ketanah dan kembali menjadi pohon.

Aku dan Aku – oleh Aditya Saputro
Tangeran Selatan

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *