Beranda » Puisi Kangen » Pertemuan – oleh Muhammad Chaidir

Pertemuan – oleh Muhammad Chaidir

Advertisement

Di penghujung sepertiga malam kusebut ini penantian.
Lama waktu beputar buatku hampir lelah, namun hati kuat.
Biarkan…!
Biarkan angin yang lebih dulu hadir tanpamu di sini.
Biarkan gerimis lebih dulu membasahiku di sini.
Biarkan malam menggelapiku di sini, hingga pagi tiba biarkan mentari yang lebih dulu menghangatkanku di sini.
Kusebut ini rindu.
Yang kusesalkan mengapa harus ada yang pergi?
Bukankah Tuhan tahu itu perih?
Apalagi dia.
Dia itu yang kunanti.
Dia itu yang kurindukan.
Mengapa tak kunjung datang?

Namun biarkan!
Karena di sinilah nikmatnya merindu.
Hati ini sudah tidak sakit.
Rindu telah kurawad seperti induk menyusui si kecil.
Memang seperti itu.
Rindu adalah alasan mengapa kita harus bertemu.
Karena sebentar lagi hati mungkin dibuat lelah.
Kemuduan ia datang.
Sesuatu yang mereka sebut pertemuan.
Yang barangkali akan menghadirkan wajah-wajah baru antara aku dan dia.
Di sela langit Tuhan pasti tersenyum.
Pada akhirnya kubuang rindu jauh-jauh.

Pertemuan – oleh Muhammad Chaidir
Makassar

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *