Beranda » Puisi Kenangan » Shubuh tak berpenghuni – oleh Suci Astafrina

Shubuh tak berpenghuni – oleh Suci Astafrina

Advertisement

Embun seakan menetes di antara keheningan..
Memberi kabar akan kisah yg ku lalui selanjutnya..
Semua tak akan terhenti.. terbagikan oleh sang waktu..
Dewa telah menentukan langkah ini..
Memberi sayatan yang tak pernah bisa hilang..
Membekas hingga akhir hayat..
Semua yang ku miliki seakan sirna..
Kenyataan nya juga seperti itu..
Kata-kata ku tlah hilang..
Percuma aku marah.. tak ada arti..
Percuma ku mengatur kata-kata indah..
Bila tak tersampaikan..

Waktu ku tlah lenyap.. terbunuh oleh kenangan pahit..
Jiwa ku tlah mati.. oleh shubuh tak berpenghuni..
Sang rembulan menjadi saksi,..
Indah dan pilunya hati..
Haruskah???
Haruskah hanya kata-kata ini yang tertulis??
Haruskah hanya senyuman palsu ini yang ku beri??
Haruskah hanya diriku saja yang tau???
Aku gila.. yaaaa… hanya itu yang bisa ku ucapkan,.
Sampai saat ini aku tak pernah mengerti
Dengan kata-kata ku..
Bahkan,, aku tak pernah tau,.
Bagaimana kata-kata itu begitu melekat padaku..

tapi inilah aku diantara fajar shubuh yang sepi.

Shubuh tak berpenghuni – oleh Suci Astafrina
Manggeng, aceh barat daya
FB: Suci Astafrina

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *