Beranda » Puisi Sedih dan Galau » 21.12.2012 – oleh Effrida Ayni

21.12.2012 – oleh Effrida Ayni

Advertisement

Desember, kuberikan padamu setangkai mawar.
Katamu mawar itu indah, tapi berduri.
Kemudian aku mulai berpikir
Kenapa tidak aku memberimu setangkai mawar tanpa duri.

Desember, aku pergi menemuimu.
Kuberikan padamu setangkai mawar, tanpa duri.
Lagi-lagi kau bilang mawar itu indah, tapi tidak bewarna merah.
Dan aku mulai kesal.

Desember, aku bertanya padamu
Bagaimana cara mendapatkan setangkai mawar sedang ini musim dingin?
Apa yang terjadi pada mawar putih itu?
Tidakkah kini warnanya menjadi merah?

Desember…
Kau hanya diam seperti orang bisu.
Tuli padahal bisa mendengar.
Buta padahal bisa melihat.

Desember,
Bara.
Injaklah, katamu.
Kemudian aku mengangguk.

21.12.2012 – oleh Effrida Ayni
Bekasi

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *