Beranda » Puisi Cinta » Hadita Di Senja Hari

Hadita Di Senja Hari

Advertisement

Hadita…
Derum langkahmu bersama pejal batubatu
Isyarat rindu pada tanah kelahiran yang takkunjung datang
Padahal senja sudah mulai bertandang
Dan tangis anak-anakmu yang hanya bisa kau suguhi cerita rekaan
Semakin membatu
;kau mulai murung dalam gelap

Hadita…
Bukit-bukit itu.lembah-lembah itu.setiap yang menghampar di halamanmu
Adalah pasir yang tak lagi asin
;anyir itu lebih mendentam di kepalaku
Mendesir bersama angin senja yang semilir
Memasuki lorong-lorong buntu.jalan-jalan kota.jalan-jalan desa.
Rumah-rumahku sebagai makan malamku senja itu
Dan kita sama-sama menangis

Lalu
Salah siapa jika langkahmu tak setegak dulu?
Tak bisa aku menyalahkanmu bukankah hukum alam telah berlaku
Kau memang sudah terlalu renta tuk meneruskan perjalananmu sendiri, hadita
Tapi
Aku juga tak membenarkan asin tubuhmu yang hilang
Anyir itu begitu mendentam

Di pojok perempatan
Bersama senja yang semakin menghilang
Kulihat wuterich kecil tersenyum diam-diam

KARYA : eko putra A.F
Facebook : putra gregoryA
Sumenep

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *