Beranda » Puisi Harapan » Stasiun mati – oleh Citra Lesmana Ady Wibowo

Stasiun mati – oleh Citra Lesmana Ady Wibowo

Advertisement

Besi baja usang tergeletak seolah tak berdaya
Tak berdaya akan arogansi sang penguasa
Berkarat coklat termakan usia
Nasib sebatang rel usang di stasiun tua
Sekilas terlintas segelintir insan berlalu lalang
Yang sekiranya tak mengerti apa yang harus dilakukan
Karena tak seperti biasanya
Tak ada orang yang menghiasi kursi peron yang berjajar
Semua terasa sepi….sunyi..
Bulu kuduk akan berdiri sendiri
Jika kau hanya sendiri di stasiun
Di stasiun mati ini

Sungguh malang nasibmu kini
Sunyi sepi selalu meliputi
Hanya ada hembusan angin yang selalu mengunjungi
Tanpa ada orang diatas yang mau mengerti
Dahulu banyak orang yang mengagungkanmu
Bukan hanya sebagai tempat berlabuh
Lebih dari itu dirimu adalah ladang bagi para pencari nafkah
Yang kini telah raib dimakan kebijakan
Kebijakan yang katanya memberi kenyamanan
Kenyamanan penumpang yang melaparkan orang lain
Penumpang bersenang merasakan kenyaman
Namun asongan yang dahulu berjasa atas perutmu kini dilupakan
Semua ini berbanding terbalik ketika setahun lalu
Dimana semua penuh riuh riang orang bersuara
Asongan yang menjajakan daganganya
Dan penuh tawa saat bercanda antar sesama
Dahulu semua kereta segan akan dirimu
Kereta rakyat maupun kereta pejabat pasti akan menghampirimu
Namun sekarang kereta pejabat hanya memalingkan muka
Saat semua wibawamu telah runtuh
Dirimu adalah pelita bagi semua orang yang telah mengenalmu
Segala harap tercurah dari orang yang mengenalmu
Akan kejayaanmu yang dulu pernah tersiar ke penjuru negeri
Dengan penuh harap agar bisa terulang
Di lembar ini setidaknya mewakili suara
Suara dari semua orang telah mengenalmu
Atas harapan akan kejayaan yang ingin terulang
Wahai dirimu yang kami banggakan, wahai Stasiun Kertosono

Stasiun mati – oleh Citra Lesmana Ady Wibowo
Nganjuk
FB : Citra Lesmana Ady Wibowo

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *