Beranda » Puisi Penantian » Derita Penantian – oleh Miftachul Jannah

Derita Penantian – oleh Miftachul Jannah

Advertisement

Bangku reyot yang telah lapuk
Semak belukar bergelayut riang
Menjalar diseluruh pekarangan tubuhku
Hingga tiada yang ingin menyapaku

Rintihan suara tangis yang telah lama membisu
Seakan sembuh luka yang telah tergores
Tapi lagi kau ukirkan duri di dalam hatiku
Sakit, semuanya sakit

Terus harapan palsu yang kau berikan
Aku bukan burung mainan, yang bisa diterbangkan lalu dijatuhkan
Aku merindukanmu sebagai mutiara-mutiara langit
yang mewarnai hamparan karpet biru

Inilah aku yang terus selalu menanti
Tak kuhiraukan burung-burung yang mendekatiku
Karena aku percaya
Tidak ada penantian yang sia-sia

Derita Penantian – oleh Miftachul Jannah
Sidoarjo

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *