Beranda » Puisi Cinta » Seorang gila 2 – oleh Sky Shucaya

Seorang gila 2 – oleh Sky Shucaya

Advertisement

Malam sudah tertidur lelap
Seperti hening tanpa suara mungkin ngantuk telah merasuki segala raga.
Kulit malam sudah tebal memeluk dunia.

Namun aku masih seorang gila kekasih.
Masih terjaga dari amukan segala rasa,
Lari ke tengah karang menaburkan segenggam gula agar esok seisi lautan menjadi manis.
Kemudian aku pergi ke atas bukit yang basah.
Elok sangat pemandangannya,
Maka aku memulai membacakan puisi asmara agar semua dunia tahu berapa berat aku menanggung rindu ini,kekasih.

Ke esokannya aku urungkan untuk menuju pekarangan rumahmu.
Hatiku menciut,
Padahal aku sang tegar melawan dunia.
Itu sebabnya kau yang bisa meluluh lantarkan keteguhan diri.

Ku tinggalkan saja sepucuk surat dan bunga di pagar rumahmu,
Semoga kau membaca dan mengerti arti sebuah kerinduan seorang gila ini.

Memuja tak berhujung,
Mencintai tak menepi,
Menanti balasan suratmu di balik kepastian.
Dengan lantunan kata indah yang membangunkan jiwa-jiwa merana.
Menjadi kasih sayang sang penabur kehidupan.

Seorang gila 2 – oleh Sky Shucaya
Sumedang

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *