Beranda » Puisi Pesan » Jejak Hidup – oleh Shintaloka Pradita Sicca

Jejak Hidup – oleh Shintaloka Pradita Sicca

Advertisement

Sebuah catatan berwarna
Itulah yang ku maknai untuk jejak hidup
Langkah yang telah tertinggal atau terlampaui itulah sebuah catatan warna manusia
Catatan warna itu tidak akan berlalu begitu saja meski waktu telah pergi
Warna itu lekat dalam jiwa, akan abadi bersama…
Warna yang mewarnai jiwa manusia hingga terisi penuh, dari semula jiwa itu hanya lembaran putih
Sebuah catatan berwarna
Itulah yang membuatku gelisah
Dengan berbicara, bertanya, dalam tutur raga yang diam aku bercurah
Akal membentuk rambu-rambu dari batin yang berkomando lirih sepanjang warna yang tertoreh jejak hidup
Komando dari suara entah siapa sang tuan dan kajian akal yang tidak jaminan benar
Gelisah inilah kemudian muncul bersamaan
Paradigma kehidupan yang memohon kesempurnaan menekan akal dapatkan benang merah kehidupan sembari membawa batin yang masih mudah goyah
Sebuah catatan berwarna
Aku pertanyakan berkali-kali
Aku percakapkan dalam akal budi dan nurani
Bukan ciptakan benci dan / atau lupakan syukur
Ya aku berusaha benar bukan itu
Justru aku ingin dapatkan penegak untaian benang merah kehidupan
Dengarkan,kawan…
Aku bisa sebut ini pergulatan pencarian filosofi hidup, atau lebih dari itu, sebuah berkah hidup yang harus dicari keberadaannya.

Oleh: Shintaloka Pradita Sicca
Semarang

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *