Beranda » Puisi Islami » Keagungan Nabi Muhammad – oleh Ahmad Sururi

Keagungan Nabi Muhammad – oleh Ahmad Sururi

Advertisement

PUISI ISRO’ MI’ROJ

Kami tak tau apa yang harus kami lakukan
Kau yang selalu mengerti kami
Kau yang tak pernah letih menasehati kami
Kau yang selalu menemani jiwa-jiwa yang gersang

Kaulah Sang kekasih Allah
Insan yang selalu membela ummatnya
Insan yang paling mulia diantara yang mulia
Tanpa kamu kami merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa kamu juga kami tidaklah ada

Kami hanyalah seorang manusia lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih darimu
Kekuatan yang lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagi kami
Walaupun kami tak pernah melihatmu
Perangaimulah yang telah merasuk ke dalam benak kami
Mengajari kami akan arti hidup yang sebenarnya
Menuntun kami menuju ridho ilahi

Malam ini menjadi sejarah bagi kami
dan malam ini pula, kami mengingatnya kembali
Menekuri dan mempelajarinya
Menjadikan satu malam ini
Sebagai anugerah dari tuhan kami

Melalui untaian puisi sederhana ini
Kami mencoba mengisahkan
Perjalanan Sang pemimpin
Dalam : ‘ISRO’ MI’ROJ’

Malam ini Allah mengirim dua malaikat
Untuk menghiburmu dalam duka yang dalam
Istri dan pamanmu yang telah menemanimu dalam berjuang
Kini telah tiada
Namun, Allah lebihlah tau

Dua malaikat yang mulia
Telah datang menghampirimu
Mengajakmu untuk menghadap Sang Rahman
Dalam pekatnya malam

Malaikat membelah dadamu
Mengambil sebongkak daging
Hatimu didersihkan
Dari sifat yang tercela
Dengan menggunakan air zam-zam

Kini kaupun telah siap
Malaikat memeberimu tunggangan
Yang kecepatannya melebihi semuanya
Sekali melangkah, sejauh mata memandang pun terlampaui

Malam itu kau menyusuri gelapnya malam
Bersama dua malaikat menuju tanah mulia
Masjidil aqsho yang kau tuju
Mempersiapkan diri menghadap Sang Kholiq

Dinginnya malam tak membuatmu menggigil
Pekatnya malam tak membuatmu gemetar
Gelapnya malam tak membuatmu buta
Karena kaulah insan yang mulia

Kini, sampailah di suatu tempat
Yang kau pun belum pernah meliahatnya
Semua yang melihatmu
Mengucapkan salam penghormatan
Bak sang hamba menyambut tuannya

Terdengar gemuruh menggelega
Menggema disetiap sudut langit
Malaikat bertasbih
Memuji Sang Kholiq

Ketika kau melihat ke arah kanan
Senyum kecil menghiasi raut wajahmu
Tapi, ketika kau menoleh ke arah yang lain
Sedih pun menyelimuti pandanganmu
Sungguh kaulah manusia pilihan
Sholawat serta salam kami curahkan kepadamu

Kaupun terus meninggi
Menembus ruang dimensi
Hingga malaikat pun tak bisa menemanimu lagi
Kini tinggal kau sendiri
Menghadap Sang ilahi

Ketika kau memasukinya
Kau pun bersujud
Terasa akan hadirnya Sang Kholiq
Kerajaa-NYA bergetar kencang
Bak bendera berkibar
Kerajaa-NYA tak kuat menyambutmu
Manusia yang tak seperti manusia

Allah memberi salam kepadamu
Tapi kau bertanya:
Dimanakah salam buat ummatku?
Allahpun tersenyum dan memenuhi permintaanmu
Kau diperintah untuk sholat
50 waktu dalam sehari
Dan kaupun mengiyakan
Karena patuh pada Sang Rohman

Namun itu hannya sementara
Musa menghadangmu dan menanyaimu
Perihal apa yang telah kau terima dari tuhanmu?

Setelah kau beri tahu
Musa menyuruhmu kembali mengahadap Sang Rohman
Meminta keringanan dalam perintah sholat 50 waktu
Dan kaupun kembali lagi

Begitu seterusnya
Setiap kali kau bertemu musa
Setiap itu pula
Musa menyuruhmu kembali menghadap Sang Rahman
kau pun enggan kembali
Rasa malu menyelimuti hatimu
Dan kini
Kewajiban sholat 50 waktu
Menjadi 5 waktu

Kau pun kembali bersama jibril dan mikail
Menuju kembali ke dunia
Dalam perjalanan hanya semalam
Mengalahkan para ilmuan
Yang menciptakkan pesawat ulang alik
Yang tercepat sepanjang masa

Kedua malaikat telah kembali
Meninggalkan hati yang masih gelisah
Teringat jelas perjuangan dua manusia
Yang telah menemanimu dalam suka dan duka

Bulan tampak purnama
Bersinar menerangi dunia
Menemani setiap hati yang merindu Tuhan
Menyinari gelapnya malam

Usai sudah perjalanan satu malam
Menyibakkan sejuta kenangan
Menampakkan satu tanda
Kaulah Sang utusan

Dan kami
Akan selalu menjaga sejarah ini
Meskipun ajal menjemput
Sebagai penghormatan
Atas jasamu yang tiada balasan

Ya Allah . . . .
Kami bukanlah manusia sepertinya
Dan cinta-Mu kepadanya
Tak sama
Dengan cinta-MU pada kami

Penghambaannya kepada-MU
Tak sama
Dengan penghambaan kami

Cintanya kepada-MU
Tak sama
Dengan cinta kami kepada-MU

Kami hanya manusia lemah
Manusia yang penuh dengan kekurangan
Manusia yang tak punya hati tulus
Manusia yang tak punya rasa terima kasih
Manusia yang berselimut dosa
Manusia yang menyombongkan karunia-MU

Maka . . .
Muliakanlah kami karenanya
Ampunilah kami dengan kemuliaannya
Satukanlah kami dengannya
Dalam surga-mu
Yang kekal dan abadi

Keagungan Nabi Muhammad – oleh Ahmad Sururi
Surabaya

Advertisement

One thought on “Keagungan Nabi Muhammad – oleh Ahmad Sururi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *