Beranda » Puisi Sedih dan Galau » Purnama Tengah Malam – oleh Hawun Harati

Purnama Tengah Malam – oleh Hawun Harati

Advertisement

Purnamaku bersinar terang ditengah gelapnya malam
Menyilaukan bintang-bintang kecil yang meredup
Tingginya ia melihat rumput yang membatu
Ia melihat pohon yang membeku

Awan dan hujan datang menghalanginya
Menangis dengan purnamaku dibelakangnya
Sedangkan Ia hanya menatap akan gelapnya malam

Elang yang lapar melayang mendekati purnamaku
Mengepakkan sayap besarnya dan membelainya
Purnamaku sedih, meredup
Awan pun hilang tertiup angin
Purnamaku sedih, rapuh
Dedaunan dan pohon hanya membisu
Dan menari dengan angin seperti biasanya

Purnamaku terhanyut di luar angkasa
Dengan meteor-meteor menjijikan
yang selalu lewat disampingnya
Mereka terbakar oleh hasrat dan berkumul dalam asap
Purnamaku hanya bisa diam
dan marah pada cahayanya sendiri

Ia tak kenal lagi
Ia tidak percaya lagi
Cahayanya semakin meredup

Purnamaku, Apadaya wajahnya berlubang
Terkikis oleh perkataan singa dan nafsu serigala
Setiap binatang di bumi bernyanyi dan menatapnya

Menghilanglah ia dalam malam
dan menjadi sabit

Purnama Tengah Malam – oleh Hawun Harati
Surabaya

Advertisement

One thought on “Purnama Tengah Malam – oleh Hawun Harati

  1. Di saat aq masih kecil kau gendong aq kemana pun itu tanpa lelah kau menggendong ku di saat ku menangis kau hibur aq dengan tingkah yang lucu di saat itu aq mulai tertawa
    Di saat aq terjatuh kau memberikan kasih sayang yang begitu tulus
    Tapi apa balasan ku ke padamu di saat aq sudah besar
    Kau menasehati ku aku tak mendengar aku malah melawan nasehat mu tapi kini aku sudah sadar aku berdosa telah melawan mu .. Maaf kan anak mu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *