Beranda » Puisi Kiriman » Ketika Ajal Memanggilnya – oleh Syaibatul Jihan Aslamiyah Harahap

Ketika Ajal Memanggilnya – oleh Syaibatul Jihan Aslamiyah Harahap

Advertisement

Mati adalah akhir dari segalanya…

Gelap gempita yang terjadi.
Kesakitan melanda raga.
Tersenyum getir berbohong.
Air mata tercurah.

Tangisan meluap
Buah hati, sanak saudara, kerabat..
Merambat keseluruh jagat rumah.
Tak dapat menghalangi perubahan cakrawalanya malam.

Anjing menggonggong kegelisahan.
Rasakan kenestapaan yang tlah terjadi.
Sakit bukan intinya tapi kehilanganlah inti dari segalanya.
Tergejolak hati merah lihat banyaknya yang bersedih.

Dekapan angin yang terhempas.
Pecahan yang berterbangan di udara.
Deburan ombak menyerang karang.
Itulah gambaran hati saat ini.

Bibir mungil tak lagi mampu terucap.
Sepatah kata apapun.
seolah terkunci rapat dengan saraf.
Fikiran menggumpal menjadi satu.

Putih bersihnya kain suci.
Seolah berdosa menyentuhnya.
Kesakitan merambat tatkala tubuh tertimbun hitamnya tanah.
Bulir-bulir putih dengan segeranya membentuk aliran lagi.

ohh… Kan abadi bukan ia disana?

Detik berlalu Mungkar dan Nangkir menghampiri.
Dengan jarak yang tak terbatas.
Tuk introgasi hidupnya di dunia fana ini.
Cambukkan pedas!
Merah padam seluruh tubuhnya.

Kesakitan yang perih melanda raganya kaku terbujur.
Ia bukan baja yang sanggup melawan perihnya cambuk.
Ia hanya seseorang yang terbentuk dari segumpal darah dan penuh akan dosa.

oleh Syaibatul Jihan Aslamiyah Harahap
www.facebook.com/jihan.aslamiyah
Puisi ini saya persembahkan buat Buya saya tersayang:)

Advertisement

3 thoughts on “Ketika Ajal Memanggilnya – oleh Syaibatul Jihan Aslamiyah Harahap

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *