Beranda » Puisi Berpisah » Daun Terakhir yang Gugur – oleh Leo Pratama

Daun Terakhir yang Gugur – oleh Leo Pratama

Advertisement

Semua terasa indah, semua mendekatiku.
Saat diri ini memiliki dedaunan yang indah, mereka semua mendatangiku.
Melepas penat mereka, melepas segala gundah di hati.
Mereka bercanda tawa, menceritakan segala yang menjadi kerikil di hati.
Daun-daun telah menopang mereka, batangku media daun untuk melindunginya.
Semua pasti bisa. Selama daun tetap ada.

Hari berganti hari, daun itu gugur dan gugur.
Kini yang dahulu bukanlah yang sekarang.
Semua terasa pergi menghilang.
Tinggalah diri ini bersama daun yang terakhir.
Berharap tidak akan pernah gugur.

Sayangnya aku tak menyangka, disaat ku benar-benar membutuhkan kehidupan dari daun.
Ternyata daun itu telah gugur.
Aku tak tahu harus bagaimana lagi.
Sulit untuk melanjutkan hidup tanpa daun itu.
Sulit untuk memulai hidupku yang baru.

Bukanlah hal yang mudah untuk menumbuhkan semua itu.
Mengapa segalanya harus hilang dari hadapanku.
Apakah aku begitu tidak berguna?
Sehingga daun berguguran dari rantingku.

Hanya satu harapanku,
tuk kembali bisa hidup.
Aku butuh satu daun,
tuk bisa melanjutkan hidup!

Dibuat oleh : Leo Pratama
https://www.facebook.com/Bervianto.Leo.P

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *