Beranda » Puisi Pesan » Di Sebuah Pentas – Oleh: Faqih Hindami

Di Sebuah Pentas – Oleh: Faqih Hindami

Advertisement

Seorang pria tua disorot nyala-nyala lelampu
Di antara meja, kursi, pintu yang goyah dan dua orang dara tengah duduk di sofa.
Resah, gerah, bolak-balik berlari marah-marah, ia menyebut dan mengutuk sebuah nama yang tidak kita kenal.
Di hadapnya kita diam, diselimuti kelam seperti malam.

Seorang pria tua disorot nyala-nyala lelampu.
Ia berhenti berlari setelah sempat menyadari:
“Kenapa kita terus mencari gelas, padahal airlah yang kita minum?” Ia sempat bergurau.
Sedang kita menyaksikan, di bawah kelam seperti malam.

Oleh: Faqih Hindami

Depok,
13 Februari 2014

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *