Beranda » Cinta Bersemi » Baik matahari maupun hujan, keduanya malu-malu

Baik matahari maupun hujan, keduanya malu-malu

Advertisement

Keduanya diperbincangkan.
Masing-masing dipuja dan masing-masing dihujat
oleh masing-masing orang.
Baik matahari maupun hujan
baru menampakan dirinya, jika salah satu telah meninggalkan lebih dulu.

“Malu.“
Matahari maupun hujan, keduanya malu-malu.

Waktu keduanya tak sengaja bertemu,
tujuh gelombang rasa terhantar.
Menatap dan berucap melalui satu kata.
Meski tidak lagi tersembunyi,
tapi tidak banyak yang tahu, tak banyak juga yang melihat.

Karena baik matahari maupun hujan, keduanya malu-malu
untuk diketahui.

karya: Annisa Mauliddina

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *