Beranda » Cinta Bersemi » Dia, bukanlah aku

Dia, bukanlah aku

Advertisement

Mentari yang tak lagi tersenyum
mendung yang selalu menghantui
hari-hariku yang selama ini
aku jalani dengan kepribadian semu

apa salahku ?
kau kembali goreskan sembilu
separah itu kah kau sakitiku ?
apa harapanku tetap terwujud
untuk kembali memilikimu ?

Rindu ini akan tetap terhaturkan untukmu
duri-duri yang kau tanam
kini telah menjadi bunga
mekar dan indah
namun,..
tak sesempurna ketika engkau berada
disampingku..

kini aku yang pupus
hancur dan tak percaya lagi
bahwa aku ini masih hidup
pandanganmu yang membuatku tetap berada disini
tetap berdiri dengan busung di dada
tak pernah takut untuk melangkah
karna aku telah meyakini
satu titik
satu hati
satu kehidupan
dan satu tuhan yang selalu menemaniku
dalam perjalanan ini

namun…
aku tak bisa lagi memungkiri
akhir dari segala kata yang ku fikirkan
aku tak ingin kau pergi darinya
restu kedua orang tuamu
ada padanya, bukan padaku..

dan jadikanlah aku yang sekarang
menjadi kenangan untuk hari esok…

besuki, 27 Januari 2014

Zainilis Risqie Auliya
https://www.facebook.com/m.rollesaweawe

Advertisement

One thought on “Dia, bukanlah aku

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *