Beranda » Puisi Patah Hati » Januari, Malam ke 22

Januari, Malam ke 22

Advertisement

Teruntuk dia, wanita dari kota yang berbeda

Angin malam menari
Bulan dibungkus awan kelabu
Air langit turun ke bumi
Basahi badan, muka sekalian

Datang kabar dalam gemerincing hujan
Dia dekat dengan pemuda,
bukan hanya dekat biasa
Mungkin bersiap ikat janji setia

Lonceng hati terus bergetar
Hilang sadar dibawa kelam
Deras hujan makin menjadi
bak langit pun ikut mengerti

Aku memang belum matang,
masih ditempa oleh alam
Mungkin kini aku tak seperti dia,
yang siap bawa kau dari orang tua

Syair bukan penyampai pesan
dari orang di belakang meja
Tapi dibuat untuk jadi obat
untuk hati yang sedang sendu

Puisi ini karya : Irfan S.P.
https://www.facebook.com/irfan.espe?ref=tn_tnmn

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *