Beranda » Puisi Asa » Kerinduan ini tiada tempat berlabuh

Kerinduan ini tiada tempat berlabuh

Advertisement

Menunggu malam di ujung senja.
?

Kepergian angin mati,
meluruh jejak angan jejak semesta.
Kerinduan hati &cinta mendarah daging sirna telan
masa.
Entah sampai kapan
sang bayu mampu merubah haluan.
Sementara Nahkoda hati masih bimbang
tentukan arah dan tujuan.
Kisah siang masih menoreh jejak kenangan.
Aku, hati cinta jiwa dan raga ku
bagai perahu yang terombang ambing
di pucuk ombak samudera.
Entah kapan layarku terkembang
dihembus sang bayu ke bibir pantai.
Pendayungku patah meninggalkan asa.
Asa akan kerinduan cinta yang tak kunjung
kesampaian.
Masih terngiang dan terbayang
jelas dalam kenangan.
Perpisahan yang erat dalam ingatan.
Meski di ketinggian jiwa,
hati mencoba membasuh duka.
Menghapus rindu yang tiada dermaga.
Kupandangi lagi bianglala di fajar senja.
Kadang aku iri menatapnya,
saat sang surya pulang keperaduan nya.
Sementara aku, masih terbelenggu di pintu senja.
Maafkan aku hati dan cinta.
Kerinduan jiwa dan raga tiada pelabuhanya.
Kerinduan ini tiada dermaga.

Kamis , 11/04/2013 – 10:48 —
hermandstk
Saveto22.
Batam’090313

Advertisement

One thought on “Kerinduan ini tiada tempat berlabuh

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *