Beranda » Puisi Hati » Pelari pengharap senja

Pelari pengharap senja

Advertisement

Ku tatap lembut pada impian ku
tak terasa buliran air telah mencair
awanpun hampa tak nyata
tapu dunialah yang sudah membuatnya ada
merindu dan menunggu
rangkaian kata pengundang pilu
tapi jika kedatangan telah sampai diambang pintu
maka senyuman telah menjadi hal yang haru
meratap dan menatap
bahkan dia adalah keseharian ku
berhenti untuk berpikir..

Apa harapa ini pantas ada?
Airpun akan mengalir mengikuti takdir
terlalu ego jika harapan kumengentikan sang waktu
berlalu dan menyatu
biarkanlah sang bintang kan bangkit dan akan mengaku
bahwa lemahlah yang membuat kuatku berbeda
senyuman itu tinggalkan disini
tinggalkan hati meski telah dilukai
karena duka adalah cambuk luka
yang akan sambt nyata
untuk si pelari pengharap senja

Karya : Rahimatus Sania
http://m.facebook.com/sania.polpen?refid=8

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *