Beranda » Puisi Berpisah » Satu Cerita

Satu Cerita

Advertisement

Sebuah tawa menjadi sebuah kisah
Aku dan kamu
Kita adalah kisah itu
Sebuah senyum menjadi penutup luka
Tatkala kisah cerita yang terangkai tak berjalan ada
Apa yang abadi di dunia ini selain perubahan?
Cinta…
Hatimu…
Juga…
Hatiku…
Suatu waktu pasti juga akan berubah seiring memudarnya hijau daun
Gugur menguning menunggu tertiup di sudut taman
Rintik – rintik hujan membentuk sebuah genangan
Genangan itu mirip seperti yang kulihat di matamu
Yang menunggu hitungan detik pecah menjadi derai
Seperti gerimis ini: gerimis di bulan Juli
Kamu selalu bertanya, kenapa tidak ada pelangi?
Aku menjawabnya, pelangi itu selalu ada di senyummu
Rona merah tergurat di wajahmu tersipu senyum kepadaku
Wajah yang selalu ada di angan – angan dengan bola mata kecoklatan hangat
Selalu menjanjikan telaga keteduhan di dalamnya
Kau lelaki dewasa yang mencintaiku dalam diammu menjagaku dalam caramu
Namun terkadang kau seperti anak kecil, sangat menyebalkan
Penuh jahil polos manja tertawa lepas seakan tak ada kesedihan bergelayut disana
Aah…
Satu cerita kenangan yang terangkai seringkali hanya menjadi kenangan
Terus membayangi saat mata terpejam sekalipun

Puisi ini karya Nyoman Adi Parwati Asmara Dewi

Advertisement

One thought on “Satu Cerita

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *