Beranda » Puisi Ibu » Terimakasih Ayah, Terimakasih Ibu

Terimakasih Ayah, Terimakasih Ibu

Advertisement

Ayah, Ibu,
Sudah berapa helai kain pakaianmu lapuk karna pipisku
Kau tetap tersenyum mendekapku dalam gendonganmu
Kau tetap tabah meninabobo’kan aku dalam selimut kasih sayangmu
Tanpa keluh kau mengayunku
Ketika jerit tangisku memeka’kan telingamu dikesunyian malam
Tanpa lelah kau layani kemanjaanku
dengan penuh kasih, dengan penuh cinta
dengan penuh sayang
Ibu,
nakal dan manjaku menyita hari-harimu
menguras air matamu, menoreh sayatan perih
mengiris duka yang pedih
kau tetap membelaiku dengan kasih sayangmu
Kini,
Aku yang selalu menyiksamu, bersimpuh ibu……
Dengan derai air mata berlutut dikakimu
memohon ampunanmu, meminta restumu
menadah barokahmu, mengharap ridlomu
Butiran air bening yg mengalir dari pelupuk mataku ini
adalah ungkapan harapan
adalah luapan kebahagiaan
bukan hanya sekedar rasa terimakasih
ibu,
ketika kini aku telah bisa bersimpuh mencium lututmu
aku tak bisa untuk tidak menangis
walau aku tak tahu untuk apa air mata ini mengalir
ibu,
aku tak bisa untuk tidak menangis
menyentuh gemetar tanganmu
ketika mendulang aku dengan kelezatan cintamu
meraba keriput kulitmu
ketika kau erat memelukku
seakan engkau takut kehilangan aku
aku tak menyadari
ibu,
aku tak bisa untuk tidak menangis
manatap senyummu
bersih, lembut, sendu
membanggakan aku walau aku hanya bisa menangis
ibu,
aku tak bisa untuk tidak menangis
ketika kini aku hanya bisa minta ma’af atas kenakalanku, kemanjaanku dan kedurhakaanku
yang telah banyak menyiksa hari-harimu
Cucuran keringatmu begitu berarti ayah…
Ba’ butiran mutiara menghiasi sekujur tubuhku
Menyinari kelamnya hatiku
menyejukkan kegersangan jiwaku
Buaian kasihmu sejuk ba’ tetesan air salju
Menyiram kalbuku, mengguyur seluruh tubuh agar jasad ini elok
menempa diriku agar nuraniku indah
Ayah, Ibu,
Ingin ku ungkapkan sejuta rasa namun aku tak mampu
Rangkaian kata-kata itu tersekat di tenggorokan
karena budi jasa yang kau tanam dalam diri ini
takkan pernah dapat kubalas
Cinta kasih yang telah kau berikan amatlah agung
Ayah, Ibu,
aku tak bisa untuk tidak menangis
ketika kini aku hanya bisa memohon do’a-do’amu
untuk bahagiaku hari ini dan hari-hari kemudian
Terimakasih ayah, terimakasih ibu
Do’a restumu yang selalu menjadi harapanku.

Puisi By: A.N. Kurniawan

Advertisement

One thought on “Terimakasih Ayah, Terimakasih Ibu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *