Beranda » Puisi Cinta » Ketika Cinta Tak Harus Memiliki

Ketika Cinta Tak Harus Memiliki

Advertisement

Hari ini adalah hari terakhir aku melihat matamu dengan tajam
Hari terakhir aku bisa memelukmu dalam diam
Hari terakhir kau ada di pelukanku
Hari dimana aku bisa menghentikan waktuku hanya denganmu
Hari dimana aku tidak peduli dengan esok

Seandainya esok yang kulalui harus berat… aku akan kuat
Berbekal senyum indah terakhir untukku di malam itu
Yang rasanya takkan pernah usai

Karena besok kau akan pergi
Tanpa bicarapun aku tahu ini saat pertama dan terakhir kita
dalam perasaan yang terus mengusik, ku biarkan saja bersamamu terasa indah..

ingin sekali marah terhadap diriku sendiri
Tutupi perasaanmu itu, Rida!
Karena dia kini ada disini, bersamaku, tersenyum, tertawa, tanpa perlu berpikir apa yang sudah terjadi sebelum ini. Terasa tersiksa…

lalu …

satu-satu suara-suara dan bayangan-bayangan serta senyuman-senyuman itu memudar, semakin pudar..

Rasanya aku ingin menghukum diriku karena terlarut padanya setelah harapan itu nyatanya benar-benar kosong tak berarti..

Sudah hari sabtu, sepertinya aku masih memikirkan tentang dia, dia, dan dia…
Aku rasa aku hanya ingin agar dia tahu apa yang sebenarnya ada di benakku. Dan memang aku belum sadar, sejak saat aku mulai memberikannya ruang untuk membaca hatiku, seolah-olah dia tidak perduli lagi padaku, aku tak tahu mengapa.

Tatapannya seolah berkata aku cantik, tapi
Dia juga cantik, bahkan aku bukan apa-apa dibanding lady vikerz berparas manis di sebelahnya, yang jadi wallpaper hApE-ku karena ulahnya.
Atau..
Gadis manis berwajah lugu dengan rambutnya terurai panjang yang tertulis berpasanagn denganmu.

Sepanjang malam akan terasa menjadi saat yang terindah dengannya. Dan benarlah, aku memang tidak layak bersanding dengannya. Aku menjadi sosok yang tidak diperlukan lagi, terdampar, tersisih. Aku hanya selalu menjadi penggemar dalam diammu, berlalu hanya semalam, tepatnya bukan, dan aku akan terkubur dalam ingatanmu selamanya.
Aku ditumpukkan ke dalam kotak who loved me. Posisiku sekarang sejajar dengan seragam anak SMK yang sengaja bergantung lama tanpa dipakai, gaun pesta ulang tahun ke-16 , dan baju resepsi pelantikan pengurus OSIS.
Apa salahku? Tidakkah ia juga bahagia di malam itu? Aku hanya sekumpulan benang yang akan menjadi gaun memang.
Aku pernah tersenyum, meski hatiku terluka…
Di kala TUHAN tak menjadikannya untukku…
Aku juga pernah tertawa disaat berpisah dengannya…
Sekali lagi, cinta tak harus memiliki…

Coba Ku Tanya-kan Ini Padamu,

Cinta
Jantung Rindu
Jiwa Hasrat
Tersayat Ingin
Mati Diri

Rindu Cinta
Sendiri Ingin
Tinggal Merana
Sina

..kau boleh menyentuh jemarinya
..kau boleh mencium bibirnya
..hatiku t’lah mati rasa
..meskipun kau lebih dan lebih

Lanjutkanlah…

..kini ku tak mau tahu
..ambil dia

..aku siap sakit hati
..kau bebas sebebas maumu
..anggaplah aku tak melihat

Kini ku tak mau tahu…

Karya : Reedha
http://www.reeinz.blogspot.com

Advertisement

One thought on “Ketika Cinta Tak Harus Memiliki

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *