Beranda » Puisi Hati » Penyesalan Sang Pencinta

Penyesalan Sang Pencinta

Advertisement

Saat sakit ini menghampiriku
Ku hanya dapat terbaring lemah
Pandanganku terpaku pada ciptaan Alam
Pikiranku jauh menerawang
Tak ada keributan
Yang ada hanyalah suara burung yang berkicau dengan gembira
Dan juga hanya hati kecilku yang bicara
Ku ingin menjadi burung
Hati kecilku bertanya
Tapi, apakah burung selalu bahagia ?
Apakah burung juga pernah merasakan kehilangan ?
Entahlah ,,
Akupun tak tau pada siapa ku harus temukan jawabannya
Yang ku tau
Saat ini aku merasakan sakit
Aku merasakan kehilangan
Yaa,, aku kehilangan
Kehilangan sosok yang selalu menerangi sisi gelapku
Sosok yang sabar mendengar celotehanku
Aku telah kehilangannya
Dan aku sadar itu semua karena salahku
Aku kira Ia bagaikan malaikat
Yang selalu sabar menanti , mengajariku arti kehidupan
Ternyata aku salah
Aku sangat salah
Ia hanya seorang manusia
Yang mempunyai rasa lelah, sakit, bosan, jenuh, marah
Aku bodoh
Telah menyia-nyiakan dia
Kini Ia telah pergi
Pergi ntah ke mana
Terbang melayang layaknya seekor burung yang telah lelah mencari dan menanti
Aku sendiri
Aku terdiam
Aku merenung
Dan aku menyesal
Pada siapa aku harus mengadu ?
Pada rumput yang bergoyangkah ?
Atau pada burung-burung itu ?
Ah sudah lah..
Tiada guna aku mengadu
Tiada guna aku menangis
Semuanya telah usai dan benar-benar usai
Biarlah sakit dan rasa penyesalan ku ,ku pendam sendiri
Kan ku biarkan sosok terang itu menyinari kegelapan di luar sana.

created by : Bucugg / Tia Anggraini

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *