Beranda » Puisi Berpisah » Salam Terakhirku

Salam Terakhirku

Advertisement

Terdapati sudah gundahku
Mendiami bilik di balik tirai kesedihan
Meski jelasnya wartamu sudah
Menjauh bersama bahagaimu

Rasapun enggan membuka jendela
Meski tahuku masih berdiam diri
Menanti detik-detik perpisahan
Dari kesekian kali waktunya
Melihat
Menghayati
Mengagumi
Dari kediamannya hati

Mungkin bukan sewajarnya
Namun hendak berkata apa
Mungkin bukan setaranya
Namun hendak hati berbuat apa
Tiba
Pergi
Bagaikan desiran angin di lautan

Bukan kuasaku iringi langkahmu
Namun kupasrahkan semua pada
Semunya..
Nyatanya..
Bahkan dari dalam mimpinya sendiri

Bukan tak kurasakan pedihnya
Namun mencoba untuk merelakan
Bukan tak kusesali mengenalmu
Namun mencoba untuk mengenangmu
Meski sesaat hadirmu torehkan lara

Salamku, Salam Terakhir Untukmu
Yang takkan pernah mampu ter
utarakan
Dari bibir ke bibi
Karenaku tahu takkan mungkin mampu
Lafazku menuturkan

Biarlah airmata yang akan
mengutarakan
Bahagainya hati pernah mengenalmu
Biarlah kesunyian yang akan menemani
Bersenandung mendayu sendu

Salamku,Salam Terakhir Untukmu
Semoga bahagai hingga akhir nanti

10/14/2012
(Putra Jogja)

Advertisement

One thought on “Salam Terakhirku

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *