Beranda » Puisi Cinta » Kekasih

Kekasih

Advertisement

Wahai kekasihku yang di sayangi Allah?
Apa kau pernah mendengar seorang pelukis menangis?
Apa juga pernah kau temui nada para pemusik lenyap
merintih-rintih?
Riuh angin yang menyentuh pepohonan dihalaman rumahmu,
seolah biasa dalam pikirmu. Sementara imajinasi pemusik membentuknya sebagai
irama segar.
Sebagaimana mawar yang kemarin layu,
kemudian dalam pikirmu esok akan menjelang dan mawar kembali berkembang.
Sedangkan melalui tatapannya yang bisu,
Pelukis merubahnya sebagai kembang harapan.
Seperti sari-sari air mata
dan tawa,
dalam lubuk gelisahnya seorang Penyair mengaduknya menjadi ramuan rindu yang melenakan.
Namun tatkala prahara memecah cawannya,Ia cukup berkata ;
Kesedihan terbesarku adalah ketika aku berfikir ingin hidup bahagia,
jauh dari kesedihan dan duka kekasih serta sahabat-sahabatku.

Karya : Ramadhan al fatih
Blog : http://syiar-syairku.nywapblog.com/

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *