Beranda » Puisi Cinta » Biarkan Aku Menanyakannya, Sayang

Biarkan Aku Menanyakannya, Sayang

Advertisement

Aku adalah sesosok kecil yang kurasa juag layak memiliki cinta.
Aku punya keinginan kuat agar seseorang mencintaiku tulus seperti aku mencintainya tulus.
Aku memang miliki rasa percaya atasmu.
Kusadari aku percaya padamu.
Kusadari itu.
Tapi aku juga miliki rasa curiga yang tak bisa kuelakkan.
Dia datang bukan inginku.
Dia hadir menandakan aku seorang normal.
Dia muncul mengartikan bahwa aku memang menyayangimu.
Dan aku juga menginginkan kau mencintaiku tunggal tanpa hadir sosok lain.
Aku bahkan berhak mempertanyakannya.
Mempertanyakan kita.
Tak serius.
Hanya selingan dicelah canda kita lewat telepon.
Diantara tawa-tawa kita yang lepas.
Ditengah pembahasan kita tentang harimu yang membosankan hari ini.
Layaklah kurasa jika sesekali kupertanyaakan disituasi kita yang memang sedang berjauhan.
Aku tak meragukan kesetiaanmu.
Aku pun tak sungguh menanamkan rasa curiga ini dalam di lubuk hatiku.
Aku hanya sekedar menanyakannya.
Hanya sekedar.
Sekedar ingin tau bahwa semua masih baik-baik saja.
Itu hanya sekedar.
Mencoba meyakinkan diriku bahwa semua masih seperti kemarin.
Seperti terakhir aku mendengar dan melihatmu di tempat itu.
Meyakinkan diriku bahwa aku masih pemilik hatimu.
Aku juga butuh rayu atas jawaban curigaku.
Mungkin tak perlu rayu.
Cukup menjawabnya dengan lembut saja itu sudah cukup.
Aku sama sekali tak mengundang amarahmu jika pertanyaan itu kupertanyakan.
Aku memang sangat tak ingin kau marah.
Dan aku tak pernah ingin kau marah.
Aku membenci diriku saat telah membuatmu marah.
Tapi apa memang tak bolehkah kupertanyakan tentang itu?
Meski hanya sekedar?

karya : Saputra Nainggolan
web : http://www.reverbnation.com/saputranainggolan

Advertisement

One thought on “Biarkan Aku Menanyakannya, Sayang

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *