Beranda » Cinta Bersemi » Senyumku, Dia, dan Mentari

Senyumku, Dia, dan Mentari

Advertisement

Malam telah larut
Rembulan mengantarku ke alam mimpi
Detik, menit berlalu tanpa kusadari
Fajar pun berlarian membangunkan sang mentari

Fajar telah menyingsing
Kini bangunlah kawan
Lantunan sapa hangat mentari berbisik di telingaku
Membuka mata ini dengan senyum indah penuh makna
Mentari menemani perjalananku nan jauh
Seraya mengayuh sepeda butut dengan kencang
Kuberharap tak tertinggal moment indah di setiap pagiku

Benar, kali ini ku tak tertinggal
Berpapasanku dengannya dalam sambutan senyum manis
Sapa ramah dan anggukan santunnya menggelora dalam buai anganku
Bergejolak jantung ini tak bisa diam
Mentari hanya tertawa kecil melihatku gila sesaat dibuatnya

Sungguh merupakan karunia Tuhan yang tak ternilai
Itu dia, Cinta …
Aku, dia, dan mentari tersenyum dalam hangatnya pagi
🙂

Puisi ini karya : Alifa Silfi Mufidah
FB : http://www.facebook.com/alifa.mufidah

Advertisement

2 thoughts on “Senyumku, Dia, dan Mentari

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *