Beranda » Puisi Sedih dan Galau » Bebungaku layu satu-satu

Bebungaku layu satu-satu

Advertisement

Arham!
aku melihat darah di tanganku.
ia menetes dari kelopak matanya.
tertiup siang_hari itu.
Semakin mendekat menikam dadaku.

Arham!
Aku melihat darah di tanganku.
ia menetes dari jemarinya.
terurai sore waktu itu.
semakin mendekat menghujam dadaku.

Arham!
aku segumpal daging,
menangis darah.
Kini Bebungaku layu satu-satu.

Karya : Hilir Riyani

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *