Beranda » Puisi Sedih dan Galau » Wahai Malam

Wahai Malam

Advertisement

Wahai malam …..
Tiada salah akan “penilaian” mereka..
menjadi salah ketika “penilaian” masih disangsikan akan keakuratannya…

dari anak tangga pertama….sedu sedan tak bisa dilacak….
tak bisa,,,atau hanya wacana ketidakbisaan..
unsur kesengajan kah.???

dominan ku di serang,,,
menjadi korban tak ubahnya bak dongeng cinderela..

taukah kau…
saat sedang beruntung, aku dihargai , diperhitungkan 1,2 nya..,,
mereka bilang,,”itu biasa,,,tiada yang istimewa..”
saat ternyata sial menyelinap,berpaut,,mendekap
mereka bilang,,”..berkacalah..tiada mungkin kiranya..”
bicara tiada ringkas

lantang…sangat jelas mereka lontarkan…
terus-terusan malah…

hhuuhhcchhfftt…………
kemerdekaanku mengalir duka..
antara kebebasan dan penindasan karakter…
tapi dibalik cerita beropini aku tiada benarnya,,,

di duniaku..budi pekerti masih ada..
pengadilan dengan saksi sebenar-benarnya….
di sela khalayak aku masih dipandang

wahai malam….
pertikaian yang tak bisa di uraikan….
alasan terkuat ……..ini lingkaran persaudaraan…
darah mereka…satu dengan punyaku….
entah ku dituntun kearah penghacuran,,luput dari prinsip kebersamaan…

tapi sudahlah..takdir kita dipersaudarakan..
pada hakekatnya kita keluarga…
mengenang mereka dulu ku penuh rasa hormat..
etika ku dulu berkualitas…
etika ku begitu jelas…
hanya saja mereka menindas

demikian sembari beruraikan air mata..
malam….selamat malam…..

karya : Mawaddah Fitriani

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *