Beranda » Puisi Patah Hati » Akhir tanpa Penghabisan

Akhir tanpa Penghabisan

Advertisement

Aku

sudah muak dengan kepalsuan cinta,yang hanya merupakan nafsu sesaat.

Dan nafsu itu hanyalah merupakan sumber derita tiada tara,mengingatkan

kembali kepada luka lama yang . . .

Sudah

sirna.Diterpa angin dan gelombang,ditikam dan dihina oleh kepalsuan

dunia.Hatiku yang rapuh,telah kau pecahkan menjadi serpihan kebencian.

Bahkan . . .

Tidak

pernah terlupakan,sedikitpun!Saat ruang kosong menyekat di kepala.

Bayangmu menghampiriku setiap waktu,setiap saat.Kemana dunia berpijak

saat ini?Aku ragu,aku bimbang.Kata manismu yang terucap membuatku . . .

Percaya

bahwa,slamanya kau akan ada bersamaku.Menggenggam erat tanganku,

meluluhkan hatiku yang begitu keras tak tergoyahkan bagaikan batu karang saat

diterjang ombak.Masihkah ada senyummu buatku?Karena . . .

Dengan

penantian tanpa batas yang kurasakan sekarang,jika masih ada ruang di hatimu,

untukku,tolong sedikit saja,bicaralah!!Pada tanah yang membentang,pada luasnya

langit tanpa batas.Aku mencintaimu apa . . .

Adanya

,tapi itu dahulu.Saat itu,untukmu kuasah luka,padamu cinta ingin kuakhirkan.

Sekarang,semuanya telah terpenggal,tertebas oleh dahsyatnya sang waktu.

Aku masih terhisap sepi yang membisu,di ujung sapaku yang tertatih menuju

pelabuhan megahmu,yang bernama . . .

Cinta

Cinta dan cinta.Harapanku akanmu,seakan menemui titik penghabisannya.

Apa gerangan yang terjadi?Keangkuhanmu telah melemahkanku,kebisuanmu telah

membunuhku.Semangat hidup ini,yang tadinya hanya untukmu,telah habis lenyap

termakan waktu.Lebih baik aku pergi,lebih baik aku mundur,menemui Tuhan dalam ajalku!

by :Hizkia Avner Santoso

Advertisement

2 thoughts on “Akhir tanpa Penghabisan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *