Beranda » Puisi Harapan » Pembatas Cintanya

Pembatas Cintanya

Advertisement

Terbaringku di hadapkan dinding beton merah jambu.
Sinar putih kecil menyinari gelap hatiku yang tak kunjung berwarna dengan sebatas khayalku.
Seruan semilir melintasi jendela kupingku.
Apa yang di inginkan para pecinta dengan cintanya?
Apa yang di inginkan adam atas hawanya?
Pembatas cinta hanya mengelabui mata hati.
Sudut matapun mulai tak betah dengan semua jiwa-jiwa kelembutan.
Entah apa lagi yang kerap terjadi para penyair atas karyanya.
Mungkinkah sang penyair minoritas mampu menggenggam mimpi-mimpi atas karyanya.
Atau pembatas-pembatas itu semakin tak mampu di lewatinya.
Kini secercah do’a pengharapan lemah menuju penuh harap pada-Nya.

Karya,

Ardi Come Back.

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *