Beranda » Puisi Hati » Rindu Yang Berkepanjangan

Rindu Yang Berkepanjangan

Advertisement

Mutiara kata telah ku jabarkan di
Dalam keheningan malam
Dengan samarnya meratap
Mata menerawang jauh tanpa titian

Dingin dan hangatnya terasa dalam deruan
Sang bayu malam yang bergumuruh
Dengan merdu
menyenandungkan
Seruan riuh sang pujangga cinta
Di rundung rindu yang
berkepanjangan

Luruh jiwa lunglai raga bagaikan
Lembar kertas yang lusuh tanpa
Hiasan warna tinta melainkan
Hanya torehan aksara akan tajamnya
Hujaman belati cinta yang kerap
Luahkan amarah akan terkikisnya tepian
Hati di bawah temaramnya asa
Yang ku puja selama ini

Bila benar matahari
mempercayakan
Sinarnya kepada sang rembulan
Biarlah ku niscayakan asa kalbu
Seiring gulirnya sang waktu
Meskipun Puing-puing hati kian
Merintih dan hampir mati dalam
Menanti sang pelipur lara hati

Sesal pun kian lirih membisik….
Apakah aku harus mengakhiri
Sebuah penantianku selama ini ?
Agar langkahku tak tertatih dalam
Menitih kehidupan yang kan datang
Apakah aku harus menutup
Semua celah-celah dalam hati ?
Agar tak terpana dalam suwatu
Buaian asmara-asmara dhana

”Rindu Yang Berkepanjangan”
(Putra Jogja)

Advertisement

One thought on “Rindu Yang Berkepanjangan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *