Beranda » Puisi Sedih dan Galau » Pujangga Kelam,

Pujangga Kelam,

Advertisement

Di tiap titian malam hanya gulita malam
Yang terus menemani
Menguraikan suwatu cerita
Kabut asmara biru bersama bayu malam
Menuntun hati sang pujangga kelam
menyemai dalam lembah yang
penuh dusta¤

Sukma melayang terbawa bersama angan
Yang setinggi langit
Kabut awan kelam bersehteru dalam sebuah cakrawala yang ada dalam singgah sana
Bersama dunia
dengan lebatnya hujanNYA hingga genangi di setiap Insan¤

Sang rembulan pun tenggelam dan entah
kemana?
Sang meliwis tak mampu kepakkan sayapnya
Sayap yang sangat suci
Dari dalam hatinya
Pujangga kelam tertegun dalam
beningnya air dari mata sudunya
Yang basahi pipinya
Dalam mengartikan sebuah suratan takdir¤

Senyum manjanya hanyalah sebuah pelengkap sandangnya
Sesungguhnya hatinya merintih
Dalam kepingan hati yang ber alaskan tulus kepada suwatu cinta
Kehampaan tetap terasa dalam dirinya
Meski diantara limpahan harta dll.

Pujangga Kelam
(Putra Jogja)

Advertisement

6 thoughts on “Pujangga Kelam,

  1. Merindumu telah membuat ku terluka, lukaku karna penantian yang tak kunjung tiba
    .seandainya nafas ini berhenti saat ini, aku ingin bisa bertemu dengan mu di saat itu,.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *