Beranda » Puisi Hati » KAU MENANGIS

KAU MENANGIS

Advertisement

Ragu, untuk sebut namamu
ketika nada panggil telepon genggamku berbunyi
sampai pukulan terbang dan rawis mengacaukan pendengaranku
terlalu bising
hingga smsmu berkata jujur

Aku tahu itu kau
dan itu yang kutunggu, khabarmu
12 tahun
Karena aku berhutang maaf padamu
yang tak pernah berani kusampaikan

“Tolong jangan hubungi aku”
Aku sangat takut kalau dia tahu,
dia egois,
dia tak mengerti aku
dan tak mau mengerti,
badanku kurus,
makanan pun tak dapat kutelan
dia bahkan berjanji untuk menyakitiku,
aku ingin menangis….. sungguh aku ingin menangis ,

“aku mohon maaf, mohon halal, mohon ridho”
dari apa yang pernah terjadi di antara kita
saat dua hati menikmati rindu yang dibalut cinta, cita-cita

Hayalan ?
tidak, ini anugerah Ar-rahman
aku tak pernah berdusta akan kata hatiku
bahwa bola matamu telah meluluhlantakkan jantungku
bahwa aku dapat merasakan “sungguh indah dan nikmat rindu itu ”
dan itu bagian dari masa lalu kita
tak bisa dirubah atau dihapus
salahkah masa lalu itu ?

ketika seorang sahabat lama berkata masih ingatkah kau dengannya ?
maka terkirimlah salam silaturrahmiku padamu
kau ketakutan, amat takut,
tapi kau juga ingin mengakatakan bahwa kau masih ingat aku
dan kau ingin menangis
di telingaku
kau menangis
dan kau benar-benar menangis
kau menderita ….
tapi kau juga tegar
tetapkan hatimu pada Allah
sayangi dia, anak-anakmu, jaga mereka, rawat mereka
peluk mereka
begitu juga aku
jangan kau meminta sesuatu yang berlebihan
jangan kau meminta sesuatu di luar kemampuanya
sederhanakan keinginanmu
ikhlaskan segalanya dan tetap bersyukur dan bersabar atas apa yang kau dapat sekarang
penderitaan atau kenikmatan
biarkanlah hati kita yang terdalam menikmati masa lalu
seiring berjalannya waktu hingga malam berganti dengan fajar
dan hingga adzan subuh berkumandang

781094719384 318

Advertisement

One thought on “KAU MENANGIS

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *